Informasi datang terlalu cepat, kabar dari orang (lewat story WA, misal) juga cepat didapat. Ini itu anu terlalu cepat. Sadari, kita kadang butuh momen dan jeda yang lebih, untuk sekedar senang terhadap kabar, dan menelaah secara teliti informasi yang hadir.
Terlau cepat, juga membuat informasi dan kabar itu kabur. Kadang informasi tidak lengkap, kadang kabar (dari story wa) itu bias, yang kita kira bahagia, ternyata tidak, misal gitu yaa.
Para generasi tua menganggap kecepatan informasi itu anugrah bagi generasi sekarang. Perlu diketahui, kita terkadang terbebani, dengan informasi yang bludak meluap-luap. Kita jadi membandingkan segala pencapaian, bentuk fisik, dan selera dengan teman sebaya lewat sosmed.
Segala bentuk insecureitas, ketidak-pd, membenci diri sendiri, kadang datangnya dari informasi yang tidak lengkap, juga kadang dari kabar yang bias. Semua hampir bermula dari sosmed. Tentu setelahnya prosesnya komplek.
Ini cukup menjadi alasan buat diet sosmed, yang membuatmu menyaring informasi secara bekala: yang penting adalah tepat-akurat, bukan informasi yang cacat. Ini emang sulit, menjadi goal keeper buat diri sendiri, memilih secara sadar mana informasi yang butuh dan mana yang tidak perlu. Butuh latihan panjang.
But, jeda itu kadang perlu.
Terlau cepat, juga membuat informasi dan kabar itu kabur. Kadang informasi tidak lengkap, kadang kabar (dari story wa) itu bias, yang kita kira bahagia, ternyata tidak, misal gitu yaa.
Para generasi tua menganggap kecepatan informasi itu anugrah bagi generasi sekarang. Perlu diketahui, kita terkadang terbebani, dengan informasi yang bludak meluap-luap. Kita jadi membandingkan segala pencapaian, bentuk fisik, dan selera dengan teman sebaya lewat sosmed.
Segala bentuk insecureitas, ketidak-pd, membenci diri sendiri, kadang datangnya dari informasi yang tidak lengkap, juga kadang dari kabar yang bias. Semua hampir bermula dari sosmed. Tentu setelahnya prosesnya komplek.
Ini cukup menjadi alasan buat diet sosmed, yang membuatmu menyaring informasi secara bekala: yang penting adalah tepat-akurat, bukan informasi yang cacat. Ini emang sulit, menjadi goal keeper buat diri sendiri, memilih secara sadar mana informasi yang butuh dan mana yang tidak perlu. Butuh latihan panjang.
But, jeda itu kadang perlu.